in

Semarang Kukuhkan Diri jadi Kota Fashion

SEMARANG (jatengtoday.net) – Kesekian kalinya, Kota Semarang menyelenggarakan pameran mode dan fashion show. Kali ini kegiatan digelar di depan gedung Monod Diephuis, Kota Lama Semarang, Jumat (28/6/2019) malam.

Pantauan di lokasi, fashion show berkonsep monokrom sensori ini berlangsung meriah. Ratusan penonton terlihat memadati area dan tampak terpesona melihat aksi model di catwalk.

Menurut Ninin Hanindya selaku panitia, khusus untuk kegiatan fashion show, dilangsungkan di kawasan Kota Lama Semarang selama 3 hari. Di hari pertama, ada dua komunitas yang tampil.

Pertama, kata Ninin, adalah Lembaga Pengajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budihardjo dan kedua dari Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kota Semarang. Kedua komunitas tersebut menghadirkan belasan desainer, puluhan model, dan ratusan produk fashion.

“Tadi ada lebih dari 100 rancangan yang diperagakan, padahal itu baru dari dua kelompok, Susan Budihardjo dan IPEMI. Besok (Sabtu) ada lagi dari kelompok Semarang IKM Fashion, lalu Minggu-nya ada lomba,” jelasnya.

Sementara itu Ketua IPEMI Jateng Mieke mengungkapkan, pada fashion show ini pihaknya menghadirkan 10 desainer yang masing-masing membawa 6 model dan 12 rancanvan. Sehingga, totalnya mencapai 60 rancangan yang ditampilkan.

Semua desainernya, kata Mieke, adalah dari Kota Semarang. Seperti brand Pratesthi, Batik Pasha, DEW, Tazaka, Anditya Hijab, VOM, Laromiz, Kholisa, Mayo Fashion Hijab, dan Angely.

Mieke mengaku senang dengan digelarnya acara ini. Sebab, menjadi bukti bahwa Kota Semarang semakin teguh untuk menjadi kota fashion di Indonesia. Sekaligus menyongsong Indonesia menjadi negara mode muslim dunia pada 2025.

“Saya melihat Kota Semarang sudah menangkap itu semua melalui pengembangan pasar fashion. Jadi saya berterima kasih karena sudah menggandeng desainer-desainer dari IPEMI,” tandas Mieke.

Sementara itu, salah seorang desainer, Pintya Dwanita mengatakan dirinya bangga berproses di Kota Semarang. “Sebagai fashion desainer sekaligus pelaku UKM, bagi saya acara ini menjadi wadah untuk berkolaborasi, wadah untuk promosi bisnis saya,” pungkasnya.

Kota Semarang kini telah ditetapkan menjadi satu dari sepuluh daerah yang dinilai pantas sebagai Kota Kreatif di Indonesia yang dikurasi oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF).

Masuknya Kota Semarang sebagai kota kreatif adalah hasil dari uji petik yang dilakukan oleh Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif (PM3I) mulai dari tahun 2016-2018. Penilaian ini berdasarkan uji petik yang dilakukan oleh Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif (PM3I) mulai dari tahun 2016-2018.

Kota Semarang dinilai cukup unggul dalam mengembangkan subsektor fashion sebagai kota kreatif. Pertumbuhan subsektor fashion di kota ini diperkirakan tumbuh sekitar 20 persen pertahun. Beragam produk fashion bahkan berhasil masuk ke pasar ekspor karena memiliki ciri keunikan yang berbeda dengan daerah lain. (*)

editor : ricky fitriyanto