• KANTOR DAN REDAKSI
  • IKUT MENULIS
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Jateng Today

Search
  • Berita
    • Pendidikan
      • bsl.community
    • Ekonomi
      • олимп казино
    • Seni Budaya
      • Film
    • Gaya Hidup
      • 1win официальный сайт
    • Kesehatan
      • chicken road game
    • Teknologi
      • mostbet giriş
    • Kota
      • online kaszinó
    • Politik
    • Nasional
    • Olahraga
      • PSIS
    • Hukum
    • Kriminal
    • Otomotif
  • Opini
  • Feature
  • Indepth
  • Peristiwa
  • Kiriman Pembaca
  • Listicle
  • Profile
  • Infografis
  • Kota Lama
Menu

Jateng Today

Search
in Opini

Riset: Otak Manusia Dirancang untuk Egois

by Day Milovich 14 Juli 2022, 3:48 PM 8.6k Views

ilustrasi vector putri mencium pangeran kodok
METAFORA. Ciuman Sang Putri bukan demi terbebasnya kutukan. (Credit: Nicoleta Ionescu)

Saya sering mendengarkan orang bertanya, “Apa komentar kawanmu tentangku?”.

Ini kepribadian “insecure”, merasa tak-aman sampai mendapatkan kepastian. Sama ketika saya menuruti permintaan kawan untuk membaca kartu tarot. Kepribadian “insecure”, secara spontan berkata, “Saya tidak percaya..”, atau “Coba bacakan Tarot untuk pertanyaan yang ini..”.

Yang tidak mereka sadar, ia menganggap saya menilai mereka, padahal sebenarnya mereka sedang menilai dirinya sendiri.

Sigmund Freud punya konsep id, ego, dan superego. Bisa kita jelaskan dengan bahasa yang mudah, begini. “Id” merupakan instinct biologis yang ingin kita turuti, misalnya: “saya lapar dan ingin makan”. “Ego” muncul ketika “id” bertemu dengan realitas (kenyataan), misalnya: “bagaimana caranya saya bisa makan”. Pada saat inilah, manusia menjadi egois. Dia bisa bekerja, merampas, atau melakukan cara lain, sesuai dengan realitas yang dia hadapi. “Superego” terjadi ketika sudah ada intervensi moral, seperti: norma sosial, aturan main, dll. Ketika ego dominan, diri manusia sedang bergelut dengan realitas.

Ketika Sang Putri mencium Kodok, agar terbebas dari kutukan dan berubah menjadi Pangeran, apakah dia melakukannya untuk sepenuhnya menolong? Mungkin tidak. Sang Putri ingin mengatasi kesepian dan mencari cinta. Kita tidak tahu, apakah dia sedang memegang ponsel untuk selfie atau tidak.

Keadaan yang paling mudah kita pakai untuk melihat bagaimana manusia “egois”, bisa kita tilik di media sosial.

Orang mengutamakan kepentingan dirinya sendiri, justru ketika mereka sedang berada di perbincangan sosial.

  • Pejabat X menginginkan pemotretan di acara, bukan saja sebagai laporan resmi; tidak jarang mereka memang ingin “tampil”.
  • Orang memberikan hadiah kepada orang yang ia cinta, lebih sering karena kepentingannya agar mendapatkan cinta orang itu. Orang memotret anak mereka yang pintar mengaji, agar misi sosial mereka terpenuhi.

Menurut Marriot Dunbar, dalam “Human Conversational Behavior” (1997) fungsi percakapan nomor satu dalam ranah sosial adalah “..itu memungkinkan pembicara untuk menyampaikan kepada orang lain banyak informasi tentang dirinya sebagai pribadi.”.

Diana I. Tamir, dalam “Anchoring and Adjustment During Social Inferences“, yang dimuat di Journal of Experimental Psychology: General , Volume 142 (1): 12 – Feb 16, 2013, ketika terjadi percakapan sosial, sering terjadi “anchoring”.

“Anchoring” adalah bias kognitif di mana “.. [orang] menggunakan pengalaman mereka sendiri sebagai panduan untuk menyimpulkan pengalaman orang lain.”

Megan L. Meyer menulis “Why People are Always Thinking about Themselves: Medial Prefrontal Cortex Activity During Rest Primes Self-referential Processing“, di Jurnal Cognitive Neuroscience , Volume Early Access (Early Access): 9 – May 1, 2018, mengajukan beberapa alasan ilmiah, mengapa orang selalu memikirkan diri mereka sendiri.

  • Ada area tertentu di otak (MPFC/DA 10) yang merupakan semacam area “jaringan default”. Itu akan diaktifkan ketika otak beristirahat dan tidak terlibat dalam tuntutan eksternal.
  • Pekerjaan pencitraan mereka menegaskan bahwa itu juga area yang sama yang menyala ketika kita memikirkan diri kita sendiri.

Dengan kata lain, standar otak manusia adalah memikirkan diri sendiri.

Kita bersosialisasi untuk membicarakan diri sendiri, memakai pengalaman sendiri untuk menilai pengalaman orang lain, dan secara default pikiran manusia memikirkan diri sendiri ketika tidak ada tuntutan eksternal lain.

Ketika kamu merasa dihakimi, sebenarnya kamu sedang menilai dirimu sendiri.

Yang perlu kita lakukan adalah membingkai ulang pikiran dan asumsi negatif kita tentang diri kita sendiri. Saya tidak tahu apa yang dipikirkan orang lain. Bahkan mereka bisa berubah menjadi pencerita atau pembohong, begitu kita menanyakan hal sama.

Dunia ini berputar tidak harus selalu kamu hubungkan dengan dirimu sendiri. “Barnum Effect”, salah satu bias kognitif, di mana menganggap kejadian terhubung dengan diri kita.

Kamu semakin bebas, terbebas, dan mandiri, ketika menyadari bahwa tidak ada yang memikirkanmu. Tanggung jawab menjadi lebih besar. [dm]

id ego superegomasalah psikologimedia sosial dan politikmedia sosial Facebooksigmund freud

You May Also Like

  • in Opini

    Standar “2 Pintu” Perempuan untuk Menolak Cinta Lelaki

    11 Januari 2024, 10:10 AM

  • in Opini

    Dark Psychology di Balik Kampanye Politik “Kita Vs. Mereka”

    24 Oktober 2023, 10:10 AM

  • in Opini

    6 Jalan untuk Mengenal Diri Sendiri Menurut Carl Jung

    22 Oktober 2023, 10:10 AM

  • in Opini

    Mantra Sakti dan 3 Pertanyaan Ketika Kamu Malas Baca

    13 Desember 2022, 8:01 PM

  • in Opini

    Problem Troli Dirancang Tanpa Jawaban “Benar”

    14 September 2022, 6:42 PM

  • in Opini

    Akhirnya, Shinta Pilih Tidak LDR

    12 September 2022, 7:24 PM

Terbaru

  • in Politik

    M Saleh Soroti Rangkap Jabatan Bahlil, Dorong Kemandirian Energi Nasional

    by Ajie MH. 2 Oktober 2026, 3:53 PM

  • % Arabica Buka Pop-Up Store Pertama di Jawa Tengah, Pecinta Kopi Semarang Bisa Nikmati Menu Khas Kyoto

  • Leapmotor B10 dan C10 Hadir di GIIAS Semarang 2026, Harga Mulai Rp507 Juta

  • BYD Dorong Kendaraan Elektrifikasi untuk Pasar Jateng di GIIAS Semarang 2026

  • BAIC Tawarkan Diskon hingga Rp91 Juta di GIIAS Semarang 2026, Ada BAIC T1 dan Cicilan Gratis

  • GAC Indonesia Luncurkan AION UT Urban di GIIAS Semarang 2026, Harga Mulai Rp345 Juta

Trending Now

  • in Politik

    M Saleh Soroti Rangkap Jabatan Bahlil, Dorong Kemandirian Energi Nasional

    2 Oktober 2026, 3:53 PM

  • in Ekonomi

    % Arabica Buka Pop-Up Store Pertama di Jawa Tengah, Pecinta Kopi Semarang Bisa Nikmati Menu Khas Kyoto

    1 Oktober 2026, 6:29 PM

  • in Ekonomi, Otomotif

    Leapmotor B10 dan C10 Hadir di GIIAS Semarang 2026, Harga Mulai Rp507 Juta

    1 Oktober 2026, 12:09 AM

  • in Ekonomi, Otomotif

    BYD Dorong Kendaraan Elektrifikasi untuk Pasar Jateng di GIIAS Semarang 2026

    30 September 2026, 8:44 PM

  • in Otomotif

    BAIC Tawarkan Diskon hingga Rp91 Juta di GIIAS Semarang 2026, Ada BAIC T1 dan Cicilan Gratis

    30 September 2026, 8:03 PM

  • in Ekonomi, Otomotif

    GAC Indonesia Luncurkan AION UT Urban di GIIAS Semarang 2026, Harga Mulai Rp345 Juta

    30 September 2026, 6:51 PM

logo jateng today
Diterbitkan oleh Cakra Media Jateng

Kantor, Redaksi: Kantor Jateng Today Jl. Branjangan No. 10 Tanjung Mas Kec. Semarang Utara Kota Semarang Jawa Tengah 50174
Telp: 024-8694252
email: [email protected]
Kontak Redaksi:+62 813-2620-1948
Direktur: Agus Suryo Winarto
Pemimpin Redaksi: Tri Wuryono
Redaksi: Abdul Mughiz, Ajie Mahendra, Baihaqi
Keuangan/Iklan: Dyah Maulida Utami
Webmaster dan Opini Pembaca: Day Milovich (088 200 3248 100)

© 2026 Jateng Today

  • KANTOR DAN REDAKSI
  • IKUT MENULIS
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Back to Top
Close
  • Berita
    • Pendidikan
      • bsl.community
    • Ekonomi
      • олимп казино
    • Seni Budaya
      • Film
    • Gaya Hidup
      • 1win официальный сайт
    • Kesehatan
      • chicken road game
    • Teknologi
      • mostbet giriş
    • Kota
      • online kaszinó
    • Politik
    • Nasional
    • Olahraga
      • PSIS
    • Hukum
    • Kriminal
    • Otomotif
  • Opini
  • Feature
  • Indepth
  • Peristiwa
  • Kiriman Pembaca
  • Listicle
  • Profile
  • Infografis
  • Kota Lama
  • KANTOR DAN REDAKSI
  • IKUT MENULIS
  • PEDOMAN MEDIA SIBER