in

Java United Bertekad Ukir Sejarah untuk Sepakbola Jawa Tengah

Launching Java United FC di Kota Lama Semarang, Rabu (26/8/2026). (dokumentasi java united fc)

SEMARANG (jatengtoday.net) — Java United FC memasuki babak baru dalam perjalanan klub sepak bola profesional Indonesia. Setelah bertransformasi dari Malut United dan memindahkan markas ke Semarang, klub berjulukan Laskar Kepodang Emas itu coba mengukir sejarah indah untuk sepakbola Jawa Tengah.

Indonesia Super League 2026/2027 jadi kesempatan Java United FC untuk buktikan diri dan merengkuh cinta dari penggemar sepakbola Jawa Tengah. Dengan komposisi skuad yang tak banyak berubah dari Malut United, Laskar Kepodang Emas punya potensi untuk bersaing di papan atas kompetisi kasta tertinggi.

Fabio Lefundes yang musim lalu sukses mengantarkan Borneo FC jadi runner-up direkrut untuk memoles Gustavo Franca dan kawan-kawan. Lefundes tak sendirian, dia datang bersama gelandang asal Jepang, Kei Hirose.

Manajemen Java United juga mempertahankan top skor liga, David da Silva dan Ciro Alves. Cyrus Margono, Miswar Saputra dan eks kiper Gremio, Jorge Meurer didatangkan untuk perkuat sektor penjaga gawang.

Yakob dan Yance Sayuri juga masih bersama skuad yang bakal bermarkas di Stadion Jatidiri Semarang tersebut. Pun dengan winger asal Pati, Riyan Ardiansyah.

Seluruh skuad, jajaran pelatih dan manajemen Java United resmi diperkenalkan di cafe kawasan Kota Lama Semarang, Rabu (26/8/2026). Pada kesempatan tersebut juga di-launching jersey baru yang akan dikenakan Ciro Alves dkk.

Direktur Teknik Java United, Achmad Resal Octavian mewakili Presiden klub, Sofyan Lestaluhu menjelaskan bahwa perubahan dari Malut United ke Java United menjadi bagian dari transformasi organisasi untuk membangun klub yang semakin profesional, kompetitif, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Achmad Resal menegaskan, perpindahan markas ke Semarang bukan berarti klub meninggalkan Maluku Utara. Sebaliknya, manajemen menyiapkan investasi jangka panjang melalui pembinaan sepak bola usia dini di Ternate.

“Langkah ini bukanlah akhir dari komitmen kami terhadap Maluku Utara, melainkan perubahan fokus investasi demi memberikan manfaat yang lebih besar bagi masa depan sepak bola Maluku Utara dan nasional lewat pembinaan usia dini,” ujar Resal.

Salah satu program utama yang dipertahankan adalah pemanfaatan seluruh aset klub di Ternate, termasuk fasilitas training ground, sebagai pusat pembinaan pemain muda melalui Akademi Merah Putih.

Akademi tersebut ditargetkan membina hingga 150 anak, khususnya anak yatim piatu dan berasal dari keluarga kurang mampu. Seluruh proses pembinaan diberikan secara gratis, mulai dari pendaftaran, kegiatan latihan, hingga kebutuhan selama menjalani kehidupan di asrama.

Gandeng Klub Legendaris SL Benfica

Untuk memperkuat sistem pembinaan, Akademi Merah Putih akan bekerja sama dengan SL Benfica, klub legendaris Portugal yang dikenal memiliki tradisi panjang dalam pengembangan pemain muda.

Dalam kerja sama tersebut, dua pelatih asal Benfica dijadwalkan hadir dan tinggal bersama para siswa di Ternate. Mereka akan mendampingi proses pembinaan dengan kurikulum dan metodologi yang mengacu pada standar internasional.

Dengan konsep tersebut, Ternate diharapkan tetap menjadi salah satu pusat pengembangan talenta sepak bola Indonesia, khususnya bagi anak-anak dari Maluku Utara dan Maluku.

“Kami percaya bahwa membangun sepak bola tidak hanya dilakukan melalui prestasi sebuah klub profesional, tetapi juga lewat keseriusan investasi jangka panjang dalam pembinaan generasi muda,” kata Resal.

Investasi tersebut diharapkan mampu melahirkan pemain-pemain masa depan yang dapat memperkuat klub-klub Indonesia, mengharumkan nama daerah, bahkan membawa prestasi Indonesia ke level internasional.

Misi Besar di Dua Kota

Transformasi Java United FC kini membawa dua misi yang berjalan beriringan. Di Semarang, klub akan fokus membangun kekuatan sebagai klub profesional yang kompetitif dengan identitas baru Java United FC. Sementara di Ternate, aset dan fasilitas yang telah dibangun akan menjadi fondasi Akademi Merah Putih untuk mencetak generasi pesepak bola masa depan.

Fabio Lefundes dipercaya sebagai pelatih kepala Java United FC. (foto: jatengtoday.net)

Manajemen juga menyatakan komitmennya untuk membantu membangkitkan kembali Persiter Ternate, klub yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Maluku Utara.

“Di Semarang, kami membangun klub profesional yang semakin kuat dan mampu bersaing di level tertinggi dengan nama Java United FC. Mulai 28 Agustus nanti, kami juga membuka seleksi untuk pemain akademi untuk menjaring pemain potensial Jawa Tengah,” imbuh Achmad Resal.

“Di Ternate, kami membangun fondasi masa depan sepak bola melalui Akademi Merah Putih sebagai investasi jangka panjang bagi lahirnya generasi pesepak bola nasional yang harus mampu berbicara di tingkat internasional, seperti cita-cita owner, Pak David Glenn,” ucapnya.

Membuka Ruang Kolaborasi

Java United FC juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai stakeholder sepak bola di Jawa Tengah, mulai dari pemerintah daerah, komunitas sepak bola, hingga pelaku industri olahraga.
Manajemen berharap kehadiran klub dapat menjadi bagian dari ekosistem sepak bola Jawa Tengah sekaligus ikut memberikan manfaat bagi masyarakat.

Resal kembali menegaskan bahwa kehadiran Java United FC di Jawa Tengah bukan untuk menggantikan atau mengambil alih posisi klub lain. Manajemen menyadari bahwa setiap klub memiliki sejarah, identitas, dan basis suporter yang telah dibangun melalui perjalanan panjang.

Karena itu, Java United FC menyatakan akan menghormati seluruh klub yang telah lebih dahulu menjadi bagian dari ekosistem sepak bola Jawa Tengah.

“Java United FC hadir tidak untuk menggantikan, menggeser, atau mengambil alih tempat klub mana pun. Masing-masing klub memiliki sejarah, identitas, dan basis pendukung yang telah dibangun lewat perjalanan panjang. Kami menghormati sepenuhnya warisan tersebut,” tegasnya.

Bagi manajemen, perpindahan markas bukan sekadar perubahan lokasi, melainkan strategi untuk menjalankan dua agenda besar secara bersamaan: membangun klub profesional yang kuat di Semarang dan menanam investasi jangka panjang bagi pembinaan sepak bola di Ternate.

“Perubahan adalah bagian dari perjalanan setiap organisasi. Namun, nilai-nilai yang kami pegang tetap sama: membangun sepak bola Indonesia dengan profesionalisme, integritas, dan komitmen untuk membuka pintu kesempatan, membangun harapan hidup yang lebih baik, serta memberikan kebahagiaan bagi banyak orang,” tutup Achmad Resal. (*)