SEMARANG (jatengtoday.net) – Iklim politik menjelas Pilpres rentan memanas dengan berbagai perbedaan pandangan. Bahkan sekadar berbeda pilihan calon pemimpin bisa terjadi perpecahan.
Padahal Indonesia menganut sistem demokrasi yang memberikan perlindungan kebebasan berekspresi, berpendapat, dan kebebasan memilih sesuai haknya.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengingatkan, Indonesia sebagai bangsa yang memiliki keberagaman. Sehingga seharusnya bagaimana perbedaan tersebut mampu dikolaborasikan. “Sehingga kolaborasi perbedaan tersebut menjadi kekuatan dan satu kesatuan. Ini manifestasi arti pentingnya toleransi dan kasih sayang,” kata Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi, Jumat (15/2/2019).
Termasuk menyikapi perbedaan pandangan mengenai perayaan Valentine atau hari kasih sayang. Menurut Hendi, sudah semestinya setiap orang memiliki kasih sayang. Masing-masing orang memiliki ekspresi berbeda dalam mengungkapkan kasih sayang tersebut.
“Valentine bukan agama. Hal paling penting adalah mengingatkan kepada siapa saja untuk saling mengasihi sesama. Kasih sayang keluarga, anak-anak, suami istri atau pacar, monggo saja,” ungkapnya.
Sikap apapun selama tidak mengganggu ketertiban umum, ketenteraman, ataupun mengakibatkan kerusakan lingkungan, moral, dan seterusnya, tidak perlu dipermasalahkan.
“Antara yang setuju dan tidak setuju tidak saling mengganggu, itu bentuk toleransi. Setiap orang harus saling menghargai dan saling menghormati. Itu harus menjadi bagian kolaborasi perbedaan yang menyatukan,” katanya. (*)
editor : ricky fitriyanto