in

Hendi Optimistis Semua Proyek Selesai Tepat Waktu

SEMARANG (jatengtoday.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan telah memerintahkan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot untuk melakukan percepatan proyek pekerjaan yang saat ini berlangsung.

Hal ini mengingat telah memasuki musim penghujan. Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi juga telah meninjau beberapa pekerjaan yang dikeluhkan dan terindikasi molor.

“Saya optimistis semua proyek pekerjaan yang saat ini berjalan bisa selesai akhir 2018. Setiap bulan kami evaluasi. Sudah kami instruksikan agar semua dilakukan percepatan agar selesai tepat waktu,” katanya, Jumat (16/11/2018).

Dikatakannya, serapan anggaran dari OPD bisa lebih dari 90 persen. Ia mengakui, beberapa tahun lalu anggaran Pemkot Semarang mengalami defisit Rp 300 miliar. Sehingga tidak ada anggaran untuk melakukan pekerjaan.

Kendati begitu, kondisi tersebut telah dilakukan penanganan. Dampaknya sejumlah proyek pekerjaan yang belum dilelang dan pekerjaan yang diperkirakan tidak selesai tepat waktu dibatalkan.

“Tahun ini saya optimistis banyak dinas yang serapan anggarannya bagus, termasuk kinerjanya bagus. Karena kondisi defisit kemarin sudah kita rasionalisasi sehingga anggaran menjadi balance,” terangnya.

Sejumlah pekerjaan yang telah dilakukan peninjauan di antaranya Jalan Tumpang, dan Jalan Kelud. Kedua pekerjaan tersebut dikeluhkan masyarakat. Hendi menegaskan bahwa pekerjaan pembangunan jalan tersebut saat ini masih berjalan.

“Hanya saja, pihak kontraktor tidak membersihkan sisa material yang berada di tepi jalan sehingga mengganggu pengguna jalan,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan peninjauan pembangunan Kantor Kecamatan Gajahmungkur. Terdapat progres deviasi minus dua persen. “Minggu ini agar diselesaikan untuk mengejar deviasi itu. Kalau tidak selesai, akan kami carikan solusi,” imbuhnya.

Hendi memastikan semua proyek pekerjaan yang saat ini sedang berjalan telah melalui tahap persiapan matang. Termasuk melakukan telah memperhitungkan waktu penyelesaian.

“Saya yakin sudah dalam koordinasi matang sesuai pembahasan perubahan. Sehingga saya yakin serapannya di atas 90 persen,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Wachid Nurmiyanto, menyoroti adanya ketidaktepatan “time schedule” dalam proses pelaksanaan kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah Pemkot Semarang.
Ia mengaku melihat adanya pelaksanaan kegiatan proyek pembangunan cenderung dilaksanakan tanpa persiapan matang dan tergesa-gesa. Penyiapan dokumen dan lelang kegiatan pembangunan tidak dilakukan jauh hari sebelumnya.

“Sekarang ini yang terjadi adalah penyiapan dokumen, lelang, dan seterusnya dilakukan setelah Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) ditandatangani (di tahun yang sama). Padahal penyiapan dokumen hingga lelang itu membutuhkan waktu paling tidak empat hingga lima bulan,” katanya. (*)

editor : ricky fitriyanto