in

Dugaan Malapraktik RS Telogorejo, Keluarga Minta Autopsi

SEMARANG (jatengtoday.net) — Keluarga pasien yang diduga menjadi korban malapraktik, menantang SMC Rumah Sakit Telogorejo untuk melakukan autopsi terhadap mendiang Samuel Reven.

Orang tua Samuel, Raplan Sianturi menduga ada kejanggalan atas kematian buah hatinya. Sehingga ia meminta kasus tersebut diusut tuntas.

Baca: Kasus Dugaan Malpraktik RS Telogorejo, Keluarga Pasien Akan Tunggu Hasil Mediasi

Saat dikonfirmasi terkait permintaan autopsi, kuasa hukum keluarga pasien, Artha Uli membenarkannya. “Ya, betul. Kan kaki Samuel cacat sampai dimakamkan,” ujarnya, Sabtu (30/1/2021).

Cacatnya kaki korban diduga lantaran tempat tidur yang digunakan terlalu kecil sehingga membuat kaki dalam posisi tertekuk.

Pihak rumah sakit tidak pernah memberikan rekam medis tentang kondisi korban. Menurut Artha, ada dugaan kelalaian pihak RS yang berkaitan dengan ketidaknyamanan akibat kondisi kamar dan kesalahan obat. 

Baca: Diduga Covidkan Pasien, LP2K Desak RS Telogorejo Transparan

Autopsi tersebut dinilai penting untuk menyelidiki penyebab kematian korban. “Sekalian mau buktikan cairan yang disuntikkan berupa insulin dosis tinggi yang menghancurkan kalium di tubuh Samuel,” imbuhnya.

Menurutnya, permintaan itu sudah disampaikan ke pihak RS Telogorejo. Namun, untuk rencana mediasi antara pihak RS dengan keluarga korban, hingga saat ini belum dilangsungkan.

“Belum ada mediasi. Mereka datang ke Jakarta hanya menyampaikan turut berduka cita dari pembina Yayasan Haryanto Halim, tapi beliau bilang tetap mau mediasi dengan keluarga almarhum,” tutur Artha. 

Pihaknya mengaku akan menunggu sampai kapan ada mediasi. “Yang jelas, proses hukum masih tetap berlanjut,” tegasnya.

Sementara itu, Humas RS Telogorejo, Ressy Ladina mengatakan, sejauh ini belum ada informasi lebih lanjut terkait permintaan autopsi.

“Jika nanti sudah ada informasi atau sudah saatnya, akan kami beritahu,” jelasnya.

Pihaknya menegaskan, RS Telogorejo telah melakukan upaya perawatan dan tindakan medis yang terbaik sesuai standar pengobatan untuk pasien Samuel. Namun, Tuhan berkehendak lain.

RS Telogorejo juga membantah apa yang dituduhkan. Seluruh kronologi proses dan tindakan medis disebut telah dijelaskan dengan proporsional kepada pihak keluarga. (*)

editor : tri wuryono