SEMARANG (jatengtoday.net) – Bandungan, salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Semarang, menjadi zona merah HIV/AIDS. Sebab, wilayah tersebut sudah kental dengan dunia malam. Seperti karaoke dan hotel esek-esek.
Dari data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Semarang, temuan kasus per kasus setiap tahun mengalami peningkatan. Dari 2006 sampai 2019 total ada 800 kasus. Sementara pada 2019, secara temuan ada 96 orang terinfeksi HIV.
Dari jumlah itu, 33 kasus diderita oleh laki-laki. Secara pemetaan, ada empat kecamatan yang kerap ditemukan kasus penyakit menular seksual (PMS) yakni di Bandungan, Getasan, Bergas, dan Bawen.
Melihat fenomena itu, Sekretaris Komisi E DPRD Jateng, Sri Ruwiyati meminta agar wilayah tersebut bisa melepas predikat dari zona merah HIV/AIDS.
“Mohon masalah HIV/AIDS menjadi perhatian serius kita semua. Penanggulangannya tidak saja menjadi milik pemerintah. Masyarakat juga perlu melakukan penanggulangan,” jelasnya, Senin (13/1/2020).
Pihaknya pun menyoroti soal pajak hotel dengan penanganan HIV/AIDS, terutama untuk hotel dengan layanan short time. Menurutnya, pengawasan di hotel-hotel jenis melati tersebut perlu ditingkatkan. “Jadi tidak menjadi tempat prostitusi terselubung,” imbuhnya.
Para perempuan yang berkerja di tempat-tempat hiburan malam pun perlu digandeng. Sebab, mereka dianggap paling berisiko menularkan HIV/AIDS.
“Katakan tidak bagi pelanggan yang ingin mengajak berhubungan badan tanpa ada pengaman. Perempuan harus punya harga diri,” tegasnya. (*)
editor : ricky fitriyanto